Seputar Dunia IT dan Fakta Unik Lainnya

Tuesday, 15 March 2016

PENGKAJIAN STATUS GIZI PADA PERORANGAN dan MASYARAKAT



TUJUAN PENGKAJIAN GIZI




PENDEKATAN UTAMA PENGKAJIAN STATUS GIZI

  1. Antropometri.
  2. Biomarker.
  3. Pemeriksaan Klinis.

(1) Antropometri

  • Mengukur besar & komponen tubuh manusia.
  • Cukup akurat.
  • Tidak invasif.
  • Murah
  • Memberikan informasi tentang riwayat gizi jangka panjang.
  • Tidak memerlukan keterampilan khusus.

(2) Biomarker

  • Mencerminkan asupan nutrisi & dampaknya.
  • Sebagai ukuran langsung pajanan jaringan terhadap nutrien.
  • Untuk menetukan kecukupan/ risiko makanan.
  • Memberikan informasi mekanistik patogenesis penyakit.

(3) Pemeriksaan Klinik

  • Murah, tidakmemerlukan peralatan
  • Cepat, dapat dilakukan pada populasi yang besar.
  • Tidak memerlukan keahlian khusus, dapat dilakukan oleh kader terlatih.
  • Tidak menimbulkan rasa sakit.
  • Subyektif


METODE PENGKAJIAN STATUS GIZI

  • Food record
  • 24-hour food recall
  • Kuesioner frekuensi makan (FFQ; food frequency questionaire)
  • Pengkajian ringkas

(1) FOOD RECORD

  • Data yang dikumpulkan lebih dari satu hari/ orang.
  • Estimasi asupan yang lazim pada perorangan/ populasi.

(2) 24-HOUR FOOD RECALL

  • Data yang dikumpulkan lebih dari satu hari/ orang.
  • Estimasi asupan yang lazim pada perorangan/ populasi.

(3) KUESIONER  FREKUENSI MAKANAN

  • Menentukan ranking perorangan berdasarkan asupan makanan.
  • Digunakan untuk melihat keterkaitam (asosiasi) dengan risiko penyakit.

(4) PENGKAJIAN RINGKAS

  • Menentukan ranking perorangan berdasarkan asupan makanan.
  • Digunakan untuk membuktikan hipotesis tertentu.




No comments:

Post a comment

BILA ANDA MEMASUKKAN LINK HIDUP, MAKA AKAN OTOMATIS TERDELETE..

Blog Archive