Pendidikan dan Hobby

Monday, 14 March 2016

SEKITAR PENGGUNAAN MARGA SILALAHI



Penggunaan marga Silalahi oleh banyak keturunan 7 turpuk tidak ada sangkut-pautnya dengan Silahi Raja. Penggunaan marga ini sudah terkenal dari zaman dulu di kalangan raja Batak juga di antero Nusantara bahkan mancanegara. Berbeda dengan Silahi Raja yg baru didengar khalayak setelah Asal Silalahi memotori sekelompok orang dari Tolping "mengenalkan diri" dengan aksi walk-out saat rapat ke 3 panitia Pembangunan Tumaras pada tahun 1967.

Anda mengenal Oloan Silalahi? Lahir dekade 1920-an di Balige. Di samping seorang penerbang mumpuni dalam bidang transportasi publik, juga sangat disegani kawan maupun lawan dalam aksi militer/perang. Oleh keahliannya dia menjadi rebutan dua negara adi kuasa yang berseteru kala itu, Amerika dan Uni Sovyet. Lebih elok, meski telah melanglangbuana dia tahu asal-usulnya. Atas kecintaannya dengan tanah leluhur, pada 1961, dia pernah "mendaratkan" pesawat amphibinya di Tao Silalahi sembari ziarah dan napak tilas atas situs sang raja Silahi Sabungan di Silalahi Nabolak.

Selain Oloan, ada mantan Dubes Odjahan Silalahi SH, Mayjen Haposan Silalahi, Tuan Ambolas Silalahi, Drs Adian Silalahi, Maruahal Silalahi SH, Djohani Silalahi; mereka adalah orang terkenal pada masanya hingga saat ini. Mereka tahu siapa dirinya dan hirarki silsilahnya yakni dari Si Raja Bungabunga gelar Raja Parmahan Silalahi, cucunya Sondi Raja, putera ketiga Raja Silahi Sabungan. Artinya TAK SEORANG PUN NAMA DISEBUT BERASAL DARI SILAHI RAJA.

Contoh lain, Drs S. Silalahi, MA; "berganti" marga dari Sihaloho menjadi Silalahi adalah oleh gurunya sendiri seorang marga Silalahi Siraja Parmahan sewaktu sekolah di Balige. Tanpa ragu, sang guru, langsung membuat ijazahnya marga Silalahi. Mengapa bisa demikian? Apa alasan sang guru mengganti marga Sihaloho menjadi Silalahi? Silahkan baca tulisan saya, "SILALAHI" yang membahas hal ini!

Catatan lain menunjukkan bahwa penyebutan "Silalahi" juga berasal dari kebiasan keturunan Raja Tambun/Tambun Raja kepada siapa pun keturunan 7 turpuk, "hamu hahadoli Silalahi." Panggilan ini didorong pemahaman bahwa semua hahadoli yang berasal dari huta ompungya (ulayat kerajaan Silahi Sabungan di SN) adalah bermarga Silalahi.

Memang dalam keseharian perjumpaan Pomparan Raja Tambun/Tambun Raja dengan hahadolinya lebih didominasi klan Sondi Raja, yakni Silalahi Raja Parmahan, sebab klan inilah yang sudah turun temurun tinggal di Balige, bersisian dengan huta Tambunan; sementara pomparan Loho Raja dan yang lain lebih memilih tinggal di Samosir dan atau di wilayah Sumatera Timur. 

Kenyataan ini pula menyebabkan jamak ditemui, khususnya kawula muda Raja Tambun/Tambun Raja, masih kurang familiar dengan marga hahadoli yang lain bila dibanding dengan marga Silalahi yang sudah akrab dari zaman dahulu.

Mirisnya lagi, ketidaktahuan ini pun "dimanfaatkan" kalangan yang mengaku "Silahi Raja/Silalahi Raja" untuk menanamkan kebimbangan pada Pomparan Raja Tambun/Tambun Raja menyikapi konflik dualisme tarombo Raja Silahi Sabungan. Aksi terbaru, mereka merumuskan metodologi dan menumbuhsuburkan dikotomi bahwa, katanya, "Raja Tambun berbeda dengan Tambun Raja." Alhasil, istilah "Si Dua Jambar" pun acap terdengar dan makin populer.


Penulis : Amputua Tambunan Pagaraji
By : Grup Facebook Pomparan Raja Silahi Sabungan Sedunia


Share:

2 comments:

BILA ANDA MEMASUKKAN LINK HIDUP, MAKA AKAN OTOMATIS TERDELETE..

Blog Archive

Followers