Pendidikan dan Hobby

Wednesday, 16 March 2016

MAKALAH SURVEILANS GIZI



PENGERTIAN SURVEILANS GIZI


  • Berasal dari kata bahasa Perancis: “Surveiller” yan berarti mengamati sesuatu dengan perhatian penuh disertai dengan kemampuan dan kecurigaan.
  • Berbeda dengan Survei yang berarti mengumpulkan informasi tentang suatu hal pada suatu saat tertentu.
  • Sistem surveilance mungkin memerlukan survei untuk beberapa masalah khusus.
  • Tanpa suatu sistem Surveillance Gizi yang memadai suatu penurunan gizi kesehatan yang progresif/mendadak tanpa diketahui terlebih dahulu.
  • Ketiadaan isyarat dini menyebabkan ketidaksiagaan berkelanjutan, respon tidaK mencukupi dan pemborosan sumber yang sia-sia.

Surveillance Gizi Merupakan Alat Untuk :
  • Menemukan problem gizi di masyarakat,
  • Merumuskan suatu kebijakan,
  • Perancangan dan evaluasi program kegiatan di bidang gizi (Terkait dengan pengembangan atau penanggulangan keadaan gawat).


SURVEILLANCE GIZI (WHO)

Mengamati gizi secara seksama agar upaya kebijaksanaan yang dilaksanakan akan terarah pada perbaikan gizi masyarakat.


SEJARAH PERKEMBANGAN

  • Nutritional Surveilance dicetuskan untuk mencegah terjadinya kelaparan berulang yang meluas pada tahun 1960-1970-an. Diilhami oleh keberhasilan pemberantasan penyakit cacar (pertama kali dalam sejarah manusia penyakit dapat diberantas) yang ditunjang oleh sistem surveillance cacar.
  • Bagaimana kalau sistem serupa digunakan untuk mencegah kelaparan.
  • Konferensi Pangan Sedunia di Roma tahun 1974.
  • Panitia Ahli FAO/WHO/UNICEF (1975) merumuskan suatu Metodologi Surveillance Gizi yang diterbitkan dalam WHO Technical Report Series 593 tahun 1976.
  • Tahun 1976 dibentuk Pusat Infromasi tak resmi mengenai Nutrition Surveillance oleh Dr Jos Aranda Pastor. 
  • Tahun 1977 di Manila : negara Asean sepakat  mengadopsi  Program di Indonesia sejak Repelita III (1979-1984)


TUJUAN SURVEILLANCE GIZI

  • Menentukan status gizi penduduk dengan merujuk secara khusus pada kelompok penduduk yang diketahui sedang dalam keadaan menderita (at risk) . 
  • Menyediakan informasi yang dapat dipergunakan untuk menganalisis sebab-sebab atau faktor-faktor terkait
  • Menyediakan informasi yang dapat dipergunakan untuk menentukan prioritas yang sesuai dengan tersedianya sumberdaya dalam memperbaiki status gizi dalam keadaan normal maupun darurat
  • Memberi peramalan tentang perkembangan masalah gizi yang akan datang
  • Melakukan monitoring program pagan dan gizi serta tentang efektivitasnya.


SURVEILLANCE GIZI VS SURVEILLANCE PENYAKIT

Keduanya sama-sama memiliki kegiatan pengumpulan kegiatan pengumpulan informasi untuk kebijakan program dan tindakan

Perbedaannya Dalam Hal :
  • Kerumitan masalah yang dihadapi : masalah gizi lebih rumit, karena terkait kemiskinan
  • Kemudahan mengidentifikasi gejala dan cara pencegahannya : gejala dan cara penanganan penyakit lebih mudah dan jelas hasilnya.
  • Kesulitan penanganan masalah : masalah gizi lebih rumit, perlu kerja sama lintas sektor.


SYARAT-SYARAT KEGIATAN SURVEILLANCE GIZI (WHO, 1976) :

  • Mengumpulkan informasi secara teratur.
  • Data yang dikumpulkan secara periodik dan dianalisa harus dapat digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan di dalam pengelolaan program-program yang memiliki dampak gizi.

Kegiatan Surveilance Gizi Dimaksudkan Untuk Keperluan :
  • Perencanaan kebijakan dalam bidang pangan dan gizi.
  • Pengelolaan program gizi terutama menyangkut perencanaan, monitoring dan evaluasi dampak.
  • Isyarat tepat waktu untuk pencegahan kejadian krisis pangan.


DATA SURVEILLANCE GIZI

Jenis Data :
  • Primer
  • Sekunder

Bentuk Data :
  • Tunggal : Berat badan lahir, TB, dsb
  • Gabungan/Indeks : BMI, indeks BB/U, dsb
  • Kontruksi: pengetahuan, pelayanan dsb

Data surveillance & dianalisis untuk dijadikan indikator adanya perubahan konsumsi dan gizi penduduk


SUMBER DATA SURVEILLANCE

Data Yang Dikumpulkan Harus Menjawab : 
  • Ada masalah pangan dan gizi apa?
  • Siapa yang menderita : di mana, kapan dan mengapa?
  • Data serta sumbernya : apa saja dan dimana tersedianya?

Sumber Data : 
  • Data yang dicatat belum lama berselang atau tersedia secara potensial dalam rangka sistem   pengumpulan data yang sekarang dilakukan.
  • Data Tambahan (Baru) :
    - Didapat dari dinas-dinas yang ada (pertanian, kesehatan, pendidikan dan sebagainya)
    - Mempekerjakan karyawan yang khusus untuk tujuan ini.

ALUR SURVEILLANCE


Download Filenya DISINI


Share:

No comments:

Post a comment

BILA ANDA MEMASUKKAN LINK HIDUP, MAKA AKAN OTOMATIS TERDELETE..

Blog Archive

Followers