Seputar Dunia IT dan Fakta Unik Lainnya

Friday, 23 September 2016

Deskripsi Entrepreneur Video - Shai Reshef An Ultra Low Cost College Degree



Shai Reshef memperkenalkan model baru perguruan tinggi, model yang apabila dikembangkan dapat memperkaya kecerdasan kolektif jutaan individu kreatif dan termotivasi yang biasanya tertinggal. Salah satunya Patrick lahir di Liberia dalam keluarga dengan 20 anak. Ketika perang sipil, dia dan keluarganya terpaksa mengungsi ke Nigeria. Disana, meskipun dalam keadaan yang sulit, dia lulus SMA dengan nilai hampir sempurna. Dia ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, namun karena keluarganya hidup dalam garis kemiskinan, dia tak lama kemudian dikirim ke Afrika Selatan untuk bekerja dan mengirimkan uang untuk menghidupi keluarganya.Patrick tidak pernah melupakan mimpi tentang pendidikan di PT Di malam hari, setelah bekerja, dia surfing di internet mencari cara-cara untuk bersekolah. 

Di sebagian besar dunia, perguruan tinggi tak tercapai bagi rata-rata orang. Ini mungkin masalah terbesaryang dihadapi masyarakat kita. Perguruan tinggi tidak lagi menjadi hak bagi semua dan malah menjadi hak istimewa dari sebagian kecil orang. Kedua, budaya. Siswa yang memenuhi syarat masuk perguruan tinggi, yang bisa bayar, mau belajar, tetap tidak bisa kuliah, karena kuliah itu tidak pantas, kuliah itu bukan tempat untuk wanita. Ini adalah cerita dari banyak wanita di Afrika, misalnya, dicegah kuliah di perguruan tinggi karena hambatan budaya. Dan inilah alasan ketiga: UNESCO mengatakan bahwa pada tahun 2025, 100 juta siswa tidak akan mendapatkan pendidikan tinggi hanya karena tidak ada lagi tempatuntuk mengakomodasi mereka untuk memenuhi kebutuhan. Mereka akan ambil tes penempatan, mereka akan lulus, tapi mereka tetap tidak dapat akses karena tidak ada tempat lagi. Karena alasan-alasan inilahsaya mendirikan University of the People, sebuah non-profit, bebas uang kuliah, universitas pemberi gelar untuk memberikan sebuah alternatif, untuk menciptakan sebuah pilihan untuk mereka yang tidak memiliki pilihan Sebuah alternatif yang bisa dicapai, dan bisa diukur. Sebuah alternatif yang akan merombak sistem pendidikan saat ini, membuka pintu ke perguruan tinggi bagi setiap siswa yang memenuhi syarat tidak peduli berapa  pendapatannya, dimana tinggalnya, atau apapun kata masyarakat atas mereka. Patrickhanyalah salah satu  contoh dari 1.700 mahasiswa yang kami terima dari 143 negara.

Kami tidak perlu memulai dari awal lagi. Kami hanya melihat apa yang tidak berhasil dan gunakan kekuatan menakjubkan dari Internet untuk melangkahinya. Kami memulai dengan membangun sebuah model yang akan memotong hampir seluruhbiaya dari pendidikan di perguruan tinggi, dan begitulah cara kami melakukannya. 

bangunan fisik membutuhkan biaya. Universitas biasa punya biaya-biaya yang di universitas virtual tak ada. Kami tidak perlu membebankan biaya itu pada mahasiswa kami. Biaya-biaya itu tidak ada. Kami juga tak khawatir soal kapasitas Tidak ada batas untuk tempat duduk dalam universitas virtual. Bahkan, tak seorang pun terpaksa berdiri di bagian belakang ruang kuliah. Buku pelajaran juga sesuatu yangmahasiswa kami tidak perlu beli. Dengan memakai open educational resources dan kebaikan hati para professor yang menaruh materi kuliahnya di internet secara gratis dan mudah diakses, kami tidak suruh mahasiswa kami beli buku. Semua materi kami gratis. kami percaya dengan sistem belajar peer-to-peer. Kami gunakan model pedagogi mantap ini untuk mendorong mahasiswa kami dari seluruh dunia untuk berinteraksi dan belajar bersama dan juga untuk mengurangi waktu dari para profesor kami dalam memeriksa tugas kelas. Mahasiswa manapun dari seluruh dunia dengan koneksi Internet apapun bisa belajar dengan kami. (Universitas) Kami bebas uang kuliah. Yang kami minta dari mahasiswa hanya membayar biaya ujian mereka, sebesar 100 dolar per ujian. Mahasiswa tingkat sarjana penuh waktu yang mengambil 40 mata kuliah, akan membayar 1.000 dolar setiap tahun, 4.000 dolar untuk seluruh jenjang, dan untuk yang begitu tetap tidak mampu,kami tawarkan bermacam beasiswa. Misi kami adalah tidak ada siapapun yang akan tertinggal karena alasan finansial. Dengan 5.000 siswa pada tahun 2016, model ini akan bertahan secara finansial. Lima tahun lalu, ini hanyalah visi. 

Hari ini, ini adalah kenyataan. Bulan kemarin, kami menerima puncakpengakuan akademik untuk model kami. University of the People saat ini telah mendapat akreditasi penuh. Dengan akreditasi ini, inilah waktu kami untuk naik tingkat. Kami telah mencontohkan bahwa model kami berhasil. Saya mengajak universitas-universitas, dan yang lebih penting lagi, pemerintah negara-negara berkembang, untuk mencontoh model ini untuk menjamin pintu pendidikan tinggi akan terbuka lebar. Sebuah era baru akan datang, sebuah era yang akan menyaksikanperubahan model pendidikan tinggi yang kita ketahui saat ini, dari merupakan hak istimewa dari sedikit orang menjadi sebuah hak dasar, terjangkau dan mudah diakses bagi semua.


Download Deskripsinya DISINI


No comments:

Post a comment

BILA ANDA MEMASUKKAN LINK HIDUP, MAKA AKAN OTOMATIS TERDELETE..

Blog Archive