Seputar Dunia IT dan Fakta Unik Lainnya

Monday, 26 September 2016

TEORI AGENDA-SETTING (By Maxwell McCombs & Donald Shaw) | Word .doc

Teori Agenda – Setting adalah media massa memiliki kemampuan untuk mentransfer berita yang menonjol dalam agenda mereka kepada agenda publik. Media massa juga dianggap mampu untuk membuat apa yang penting menurutnya, menjadi penting bagi penontonnya. Seperti yang mereka kutip dari pendapat Bernard Cohen yang menyatakan bahwa “Pers mungkin tidak selalu berhasil dalam menentukan apa yang orang harus pikirkan, namun mereka selalu berhasil untuk menentukan tentang apa mereka harus pikirkan”.

McCombs dan Shaw juga menyatakan bahwa media massa focus pada kekuatan pers namun harus tetap mempertahankan pandangan bahwa individu memiliki kebebasan untuk memilih. Hipotesis ini diprediksikan agar antara isi media memiliki hubungan sebab akibat dengan presepsi pemilih. 

Seperti pemberitaan Gaza oleh beberapa media, penonjolan sisi peperangan yang dilakukan Israel terhadap Palestina, dan bagian pengeboman di Gaza yang lebih ditonjolkan. Contoh bagian isu yang di agendakan terjadi pada Penonjolan berita Gaza menganggap penting sisi  peperangan itu penting membuat masyarakat berpikirakan kebenaran yang diberitakan media, apalagi di dukung dengan pemberitaan Metro Tv tentang bangganya terhadap penduduk Gaza, Palestina.

Berbagai media memberitakan isu Gaza dari sudut pandang berbeda yang membuat berita Gaza diterima oleh khalayak dan khalayak akan terus mengikuti peristiwa tersebut. Masyarakat menerima pemberitaan yang di agendakan, sehingga mempengaruhi pikiran khalayak tentang apa yang terjadi di Gaza Palestina. Realitas yang ada di Gaza Palestina menjadi booming karena MetroTv, SCTV, TV One dan media lain termasuk internet juga terus menerus memberitakan serangan Israel terhadap Gaza. Media stasiun televise maupun media online menganggap penting hal tersebut sehingga media mengagendakan peristiwa serangan di Gaza menjadi penting. Kemudian isu tersebut dinilai public sebagai isu-isu yang penting dan diikuti terus perkembangannya. Publik menganggap apa yang diberitakan media itu penting dan membuat public berpikir Gaza harus di support. Salah satu contoh agenda public adalah mempertahankan relawan Indonesia yang membantu Gaza lewat bidang kesehatan.

Media Agenda and Public Agenda: A Close Match

Kedua teori ini memulai penelitiannya dengan mengukur agenda media. Mereka menetapkan posisi dan panjangnya berita yang menonjol dari sebuah media. Kemudian mereka bandingkan dengan agenda publik yang mereka dapatkan dari pendapat masyarakat mengenai isu yang sedang menonjol tersebut. Ternyata hasilnya hamper identik atau sama.

What Cause What?

McCombs dan Shaw yakin bahwa agenda-setting pada media bertanggung jawab akan hampir semua korelasi yang sempurna antara media dan prioritas publik. Pendapat mereka tentang agenda medialah yang menjadi cause dan agenda publik yang menjadi effect ternyata dibuktikan melalui beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa agenda public banyak mengikuti agenda media dan di antara mereka memiliki hubungan sebab akibat.

Who sets the Agenda for the Agenda Setters?

Tidak semua berita yang diliput dapat dipublikasikan. Padahal berita yang disajikan telah dipertimbangkan dan dipilih. Pihak yang mengatur akan dikeluarkannya suatu berita atau tidak adalah bagian dari media elite. Setiap naskah harus diserahkan kepada ‘gatekeepers’ untuk ditenentukan mana yang akan dipublikasikan. 


Who is most Affected by the Media Agenda?

McCombs dan Shaw mengatakan bahwa manusia bukanlah makhluk otomatis yang hanya bias menunggu untuk deprogram oleh media. Mereka mengatakan bahwa manusia mungkin akan lebih tahan pada prioritas media. Dengan cara menghadirkan uses and gratification approach, mereka semakin yakin bahwa penonton sangat selektif mengenai acara TV yang mereka tonton. Dan mereka mengatakan bahwa orang-orang yang membiarkan pikirannya dibentuk oleh media adalah orang-orang yang memiliki need for orientation serta index of curiosity. 

Framing: Transfering the Salience of Attributes

Media  memiliki kemampuan untuk menjadikan suatu berita lebih menonjol sehingga dapat mempengaruhi pandangan penontonnya dan menjadikan mereka ingin tahu serta menganggap berita tersebut penting. Namun McCombs mengatakan bahwa media juga melakukan framing.  Media frame adalah pusat ide yang mengorganisasikan isi berita melalui seleksi, penekanan, pengecualian, dan penjelasan. Keempat istilah tersebut dikatakan mampu mentransfer hal-hal yang menonjol dari spesifik atribut. 


Not just What to Think about, but How to Think About it

McCombs dan Shaw mengatakan bahwa agenda-setting dalam media memang cara yang digunakan untuk mempengaruhi agenda publik. Namun, framing bukanlah sebuah pilihan yang dianjurkan oleh media. Kedua teori ini kemudia mengembangkan fungsi dari agenda-setting yang tidak hanya memberitahu penontonnya apa yang harus dipikirkan melainkan juga bagaimana dan apa yang harus dipikirkan atau bahkan memberitahu apa yang harus dilakukan.


Beyond Opinion-the Behavioral Effect of Media’s Agenda

Studi tentang agenda-setting telah mengukur efek dari agenda-setting pada media terhadap opini publik. Tetapi beberapa penemuan membuktikan bahwa prioritas media juga dapat mempengaruhi tingkah laku seseorang. 


Download Wordnya DISINI



No comments:

Post a comment

BILA ANDA MEMASUKKAN LINK HIDUP, MAKA AKAN OTOMATIS TERDELETE..

Blog Archive