Pendidikan dan Hobby

Tuesday, 8 March 2016

Strategi KADARZI (Keluarga Sadar Gizi)



(A) PENGERTIAN KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI)

PEDOMAN OPERASIONAL KADARZI DI DESA SIAGA :

  • Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 747/MENKES/SK/VI/2007.
  • Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) adalah suatu keluarga yang mampu mengenal, mencegah dan mengatasi masalah gizi setiap anggotanya.


(B) CIRI KADARZI

  • Menimbang berat badan secara teratur.
  • Memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja kepada bayi sejak lahir sampai umur enam bulan (ASI eksklusif).
  • Makan beraneka ragam.
  • Menggunakan garam beryodium.
  • Minum suplemen gizi sesuai anjuran.


(C) ASPEK KADARZI

  • (1) Tingkat Keluarga
  • (2) Tingkat Masyarakat
  • (3) Tingkat Pelayanan Kesehatan
  • (4) Tingkat Pemerintah

(1) Tingkat Keluarga

  • Umumnya keluarga telah memiliki pengetahuan dasar mengenai gizi.
  • Sikap dan keterampilan serta kemauan untuk bertindak memperbaiki gizi keluarga masih rendah.
  • Sebagian keluarga menganggap asupan makanannya selama ini cukup memadai karena tidak ada dampak buruk yang mereka rasakan.
  • Tidak ada kemauan dan tidak mempunyai keterampilan untuk penyiapannya.

GAMBARAN PRILAKU GIZI YANG BELUM BAIK DALAM KELUARGA :

  • Masih rendahnya pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan.
  • Rendahnya ibu yang menyusui bayi 0-6 bulan secara eksklusif.
  • Rumah tangga yang belum menggunakan garam beryodium. 
  • Adanya kepercayaan, adat kebiasaan dan mitos negatif pada keluarga.

(2) Tingkat Masyarakat

  • Penanggulangan masalah kesehatan dan gizi di tingkat keluarga perlu keterlibatan masyarakat.
  • Keterlibatan dan perhatian pihak LSM di pusat dan daerah terhadap masalah kesehatan dan gizi masyarakat belum memadai.


(3) Tingkat Pelayanan Masyarakat

  • Pelayanan kesehatan yang mencakup pelayanan preventif dan promotif sangat diperlukan dalam mewujudkan KADARZI.
  • Pelayanan kesehatan masih menitikberatkan pada upaya kuratif dan rehabilitatif.
  • Kegiatan dan ketersediaan media promosi masih sangat terbatas.

(4) Tingkat Pemerintah

  • Perlu adanya kebijakan pemerintah yang mendukung terlaksananya perubahan perilaku KADARZI.
  • Perlu disusun Pedoman Promosi Keluarga Sadar Gizi bagi semua pihak yang berkepentingan di berbagai jenjang administrasi.


(D) PROMOSI KADARZI

  • Upaya untuk meningkatkan kemampuan keluarga melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, agar dapat mengenal, mencegah dan mengatasi masalah gizi setiap anggotanya.
  • Mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang mendukung upaya KADARZI.



(F) STRATEGI PROMOSI KADARZI

  • (1) Gerakan Pemberdayaan Masyarakat
  • (2) Bina Suasana
  • (3) Advokasi
  • (4) Kemitraan

Gerakan Pemberdayaan Masyarakat : Wajah kampung KADARZI setelah Intervensi

(1) Gerakan Pemberdayaan Masyarakat

  • Proses pemberian informasi KADARZI secara terus menerus dan berkesinambungan.
  • Proses membantu sasaran, agar sasaran tersebut berubah dari tidak tahu menjadi tahu atau sadar gizi, dari tahu menjadi mau dan dari mau menjadi mampu melaksanakan perilaku sadar gizi.
  • Sasaran utama: individu, keluarga dan kelompok masyarakat.

(2) Bina Suasana

  • Upaya menciptakan opini atau lingkungan sosial yang mendorong individu, keluarga dan kelompok masyarakat untuk mau melakukan perilaku KADARZI.
  • Mendukung proses pemberdayaaan masyarakat dalam upaya mengajak para individu dan keluarga dalam penerapan perilaku sadar gizi.
  • Pertemuan rutin dengan kelompok media massa, studi banding, pertunjukan tradisional, pameran pembangunan.

(3) Advokasi

  • Upaya atau proses yang strategis dan terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait (stakeholders).
  • Menghasilkan kebijakan yang mendukung peningkatan penerapan KADARZI (Peraturan Daerah (PERDA), Surat Keputusan Gubernur, Bupati/Walikota, Peraturan Desa dan lain sebagainya).

(4) Kemitraan

  • Kerja sama yang formal antara individu, kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi untuk mencapai peningkatan KADARZI.
  • Berlandaskan pada 3 prinsip dasar yaitu: Kesetaraan, keterbukaan dan saling menguntungkan antarmitra.


(G) STRATEGI PESAN DALAM KADARZI

  • (1) Tujuan Pesan
  • (2) Kreatif Pesan
  • (3) Tahapan Pesan
  • (4) Saluran Pesan

(1) Tujuan Pesan

  • Mengenalkan konsep KADARZI sebagai 5 perilaku utama yang harus ada secara keseluruhan dengan prioritas sesuai dengan kebutuhan.
  • Mengenalkan publik pada istilah KADARZI sebagai brand dari upaya upaya pemerintah bersama dengan masyarakat, sektor swasta dan donor internasional dalam menangani masalah-masalah gizi di Indonesia.

(2) Kreatif Pesan

  • Tidak menonjolkan hal-hal  yang menakut-nakuti atau mengangkat sisi negatif dari persoalan.
  • Memperlihatkan peran keluarga dan keuntungan relevan pertopik, baik fisik, psikologi atau sosial bagi keluarga.
  • Dua tahun pertama, pesan lebih bersifat langsung dan eksplisit,tiga tahun terakhir, kebalikannya, pesan lebih bersifat tidak langsung/ilustratif/imajinatif.
  • Pesan harus menarik perhatian agar mudah diingat.
  • Pesan secara konsisten memperlihatkan bahwa semua pesan berada dalam payung KADARZI.
  • Pada empat bulan pertama, pesan menonjolkan brand KADARZI sebagai pesan utama kampanye. Selanjutnya, pesan menonjolkan
  • Setiap perilaku KADARZI, namun tetap menyampaikan perilaku-perilaku lain dalam tingkat yang lebih rendah.
  • Pada dasarnya benefit atau keuntungan di dalam pesan akan dirumuskan berdasarkan hasil riset formatif dan pre-testing, dengan penekanan pada aspek fisik, psikologi, ekonomi atau sosial.

(3) Tahapan Pesan

  • Tahun Pertama dan Kedua
  • Tahun Ketiga
  • Tahun Keempat
  • Tahun Kelima

Tahun Pertama & Kedua

  • Pesan Utama : Pengenalan KADARZI dengan fokus pesan pada pemberian ASI Eksklusif dan menimbang berat badan secara teratur.
  • Pesan Tambahan : 3 Perilaku KADARZI lainnya

Keuntungan dalam Pesan Tahun Pertama & Kedua :
  • Manfaat ASI bagi kesehatan Ibu dan Anak.
  • Manfaat ASI untuk membangun kedekatan dan jalinan kasih sayang ibu dan anak.
  • Pemberian ASI yang memiliki dasar agama.
  • Pengakuan sosial untuk Ayah yang memastikan ASI.
  • Menimbang bayi dan balita sebagai perilaku mudah dan bermanfaat.
  • Pengakuan sosial pada Ibu yang menimbang bayi dan balita sebagai ibu yang penuh perhatian.

Tahun Ketiga

  • Pesan Utama : Makan aneka ragam makanan.
  • Pesan Tambahan : 4 Perilaku KADARZI lainnya.

Keuntungan dalam Pesan Tahun Ketiga :
  • Manfaat makan aneka ragam makanan bagi kesehatan.
  • Menunjukkan bahwa makan beranekaragam tidak berarti mahal.
  • Pengakuan sosial bagi keluarga yang bisa menyediakan makanan beraneka ragam.
  •  

Tahun Keempat

  • Pesan Utama : Konsumsi Garam Beryodium.
  • Pesan Tambahan : 4 Perilaku KADARZI lainnya

Keuntungan dalam Pesan Tahun Keempat :
  • Manfaat yodium untuk kesehatan.
  • Manfaat yodium bagi kecerdasan anak.
  • Perlunya konsumen untuk memeriksa keaslian garam beryodium.
  • Perlunya pedagang eceran untuk memeriksa keaslian garam beryodium.


Tahun Kelima

  • Pesan Utama : Minum suplemen gizi (Tablet Tambah Darah, kapsul Vitamin A).
  • Pesan Tambahan : 4 perilaku KADARZI lainnya.

Keuntungan dalam Pesan Tahun Kelima :
  • Manfaat suplemen gizi bagi kesehatan.
  • Kapan saja waktu membutuhkan suplemen gizi.

(4) Saluran Pesan

  • Media Massa : televisi, radio, koran/majalah/tabloid dan film.
  • Media Cetak : billboard, baliho, spanduk, umbul-umbul atau poster.
  • Kegiatan Hubungan Masyarakat (Public Relations).


(H) Contoh Kegiatan Hubungan Masyarakat (Public Relations) :

  • Rekrutmen champion KADARZI dari kalangan selebritis dan tokoh nasional.
  • Soft dan grand launching Promosi KADARZI.
  • Fasilitasi penyediaan akses ke media untuk champion KADARZI.
  • Penyelenggaraan rangkaian event.


(I) KEGIATAN PROMOSI KADARZI DI PUSAT

  • Melakukan advokasi kepada para pembuat keputusan/kebijakan.
  • Mengembangkan kegiatan Bina Suasana.
  • Mengembangkan gerakan pemberdayaan masyarakat.
  • Mengembangkan kemitraan antardepartemen, lembaga donor, lembaga internasional, dunia usaha/swasta, kelompok pemerhati, kelompok peduli dan media massa


(J) KEGIATAN PROMOSI KADARZI DI PROVINSI

  • Pengembangan advokasi kepada para pengambil kebijakan.
  • Pengembangan Bina Suasana terhadap organisasi masyarakat, LSM, swasta, dunia usaha dan media massa.
  • Pengembangan pemberdayaan masyarakat.
  • Pengembangkan kemitraan lintas sektor, lembaga swadaya masyarakat, lembaga internasional, media massa, kelompok pemerhati dan kelompok peduli gizi.


(K) KEGIATAN PROMOSI KADARZI DI KABUPATEN/ KOTA

  • Melaksanakan advokasi promosi KADARZI.
  • Mengembangkan kegiatan Bina Suasana.
  • Kegiatan gerakan pemberdayaan masyarakat.
  • Mengembangkan kemitraan.


(L) PEMANTAUAN & PENILAIAN PROMOSI KADARZI

  • Pemantauan: dilakukan secara berjenjang dan terus menerus meliputi input, proses dan output. Mencakup indikator, jadwal pemantauan, pelaksana pemantauan, cara pemantauan dan instrumen pemantauan.
  • Penilaian: proses menentukan nilai atau besarnya keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya


Download Filenya : Dropbox | Mediafire


Share:

No comments:

Post a comment

BILA ANDA MEMASUKKAN LINK HIDUP, MAKA AKAN OTOMATIS TERDELETE..

Blog Archive

Followers