Seputar Dunia IT dan Fakta Unik Lainnya

Monday, 26 September 2016

Makalah Teori Akuntansi - Laporan Posisi Keuangan (Necara) | Word .doc


Laporan posisi keuangan, yang juga dikenal sebagai neraca, adalah salah satu laporan utama yang disiapkan oleh akuntan. Seorang akuntan, Wiliam Ripley, menyamakan laporan posisi keuangan ini dengan potret diam (still photograph) badan usaha dengan aktivitasnya disisi yang satu dan kewajiban serta ekuitasnya disisi lain. Penyajian suatu ikhtisar sumberdaya dan kewajiban suatu perusahaan kepada para pemegang saham dan investor lain dalam interval-interval yang teratur dalam bentuk laporan posisi keuangan yang merupakan salah satu tujuan utama akuntansi. Pendekatan yang lebih tua terhadap penciptaan neraca disebut metode aktiva kewajiban.Dalam pendekatan ini kita cukup membuat daftar aktiva dan kewajiban perusahaan.Selisih antara keduanya menunjukkan hak reseidual pemilik dan jumlah yang membuat kedua sisi itu seimbang. Jika kita memasukkan ekuitas pemilik dalam perusahaan dengan nilai pasar yang sebenernya, neraca  tidak akan seimbang. Dalam kasus dimana ekuitas pemilik dimasukkan dengan nilai pasar, seperti kita mengakuisisi perusahaan lain, terciptalah suatu penambal (plug) disisi kiri neraca yang disebut goodwill.Para pendukung pendekatan aktiva-kewajiban menyatakan bahwa konsep-konsep penilaian yang dipakai pendekatan ini membuat laporan ini lebih berguna untuk keputusan investasi.

Aktiva dan Kewajiban

Aktiva pada hakikatnya adalah simpanan manfaat masa depan: kewajiban pada hakikatnya adalah klaim atas manfaat itu. Berbagai aturan membedakan aktiva dan kewajiban akuntansi dari perangkat sumberdaya dan kewajiban ekonomis yang lebih luas.Jika teori akuntansi harus memberikan pedoman-pedoman yang tepat untuk mengembangkan pemikiran akuntansi dan prinsip-prinsip akuntansi, ada banyak sekali manfaat dalam definisi eksplisit aktiva dan kewajiban serta dalam analisis sifat dasar aktiva dan kewajiban. Yang paling akhir, FASB mendefinisikan aktiva dalam SFAC 6 sebagai: Kemungkinan manfaat ekonomi masa depan yang diperoleh atau dikendalikan oleh satuan usaha tertentu sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa di masa lalu. FASB mendefinisikan kewajiban dalam pernyataan yang sama dengan gaya yang paralel: kemungkinan pengorbanan manfaat ekonomi di masa depan, yang timbul dari kewajiban satuan usaha pada saat ini untuk menyerahkan aktiva atau memberikan jasa kepada satuan-satuan usaha lain di masa depan sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa di masa lalu. Kekuatan dan kelemahan definisi FASB ini hanya tampak nyata jika dibandingkan.dengan definisi-definisi yang mendahuluinya dan dalam konteks praktik yang diperbolehkan dan dilarang FASB.

Definisi Canning

Profesor John Cannung dari Stanford adalah salah seorang yang pertama-tama mencoba merumuskan definisi yang komprehensif untuk elemen-elemen neraca. Beliau mendefinsikan aktiva sebagai: setiap manfaat masa depan dalam bentuk uang atau setiap manfaat masa depan yang bisa dikonversikan menjadi uang. Hak atas manfaat itu secara legal atau karena keadilan dijamin bagi orang atau sekelompok orang tertentu.Manfaat seperti itu merupakan aktiva hanya bagi orang atau sekelompok orang itu.Ia mendefinisikan kewajiban sebagai: suatu manfaat, yang bisa dinilai dengan uang, yang secara legal (atau karena keadilan) harus diserahkan oleh pemiik (pemegang aktiva) kepada orang (atau sekelompok orang) kedua. Kebaikan kedua definisi ini adalah bahwa keduanya memungkinkan penafisran semantic, yaitu seseorang yang berakal sehat dapat memutuskan apakan suatu pos itu aktiva atau kewajiban dengan menelaah karaker ekonomis dan legalnya.FASB mengikuti canning dalam mencoba memberikan definisi yang semantik.


Makalah ini masih panjang.....
Download Makalahnya DISINI



2 comments:

BILA ANDA MEMASUKKAN LINK HIDUP, MAKA AKAN OTOMATIS TERDELETE..

Blog Archive