Seputar Dunia IT dan Fakta Unik Lainnya

Monday, 19 September 2016

PRAKTIK-PRAKTIK PENGELOLAAN SDM UNTUK KEUNGGULAN BERSAING | Slide PPT


Pendahuluan

Sukses bersaing organisasi bisa dicapai dengan pengelolaan SDM potensial yang dimilikinya. SDM bisa dijadikan sebagai sumber keunggulan kompetitif lestari serta tidak mudah ditiru pesaing karena :
  1. Sukses   bersaing   yang   diperoleh   dari   pengelolaan   SDM   secara   efektif   tidak setransparan mengelola SDM lainnya, seperti melihat komputerisasi sistem informasi yang terdiri atas semikonduktor dan sejumlah mesin pengontrol.
  2. Bagaimana  SDM dikelola  dipengaruhi  oleh budaya.  Budaya  organisasi  akan mempengaruhi  ketrampilan,  kemampuan  SDM,  serta  kesesuaiannya  dengan  sistem yang ada.


Suatu  keunggulan  kompetitif  dapat dicapai  melalui  pengelolaan  sumber  daya  manusia  yang dimiliki  perusahaan  secara efektif. Hal ini dapat diperoleh dengan menerapkan praktik-praktik berikut secara saling berkaitan karena  sulit  untuk  menangani  suatu  tindakan  bila  hanya diterapkan  secara terpisah.


1. Keselamatan  kerja (employment  security)

Employment security mendorong keterlibatan karyawan  karena  karyawan  akan  lebih  termotivasi  untuk  memberikan  kontribusi mereka terhadap proses pekerjaan.

2. Keselektifan  dalam  perekrutan  (selective  in  recruiting)

Merupakan  jaminan  dalam pekerjaan dan kepercayaan pada sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan untuk meraih  keunggulan  bersaing.  Ini  berarti  dibutuhkan  kehati-hatian  dalam  memilih orang yang tepat, dengan cara yang benar.

3. Tingkat upah yang tinggi (high wages)

Tingkat upah yang tinggi akan memberikan kemampuan lebih selektif dalam menemukan orang yang dapat dilatih dan bertanggung jawab terhadap organisasi.  Upah  yang  tinggi  merupakan  hal  yang  paling  penting  karena  akan memberikan kesan bahwa organisasi sangat menghargai karyawannya.


4. Pemberian  insentif  (incentive  pay)

Karyawan  dimotivasi oleh faktor-faktor  yang  melebihi  uang  seperti  pengakuan,  jaminan,  perlakuan  yang adil, dan semuanya memberikan pengaruh yang besar terhadap individu.


5. Hak kepemilikan karyawan (employee ownership)

Hak kepemilikan karyawan (employee ownership), memberikan dua keuntungan yaitu karyawan yang memiliki keinginan terhadap kepemilikan dalam organisasi tempat mereka bekerja , dan adanya konflik yang lebih sedikit antara modal dan tenaga kerja. 

6. Information sharing

Jika sumber daya yang dimiliki perusahaan merupakan sumber keunggulan bersaing, maka sangat jelas bahwa mereka harus memiliki informasi yang dibutuhkan   untuk   melakukan   apa   yang   diisyaratkan   bagi   tercapainya   suatu kesuksesan.   

7. Partisipasi dan pemberdayaan (participation and empowerment)

Dengan adanya informasi yang diketahui  bersama    pada  semua  tingkat  organisasional, merupakan suatu kondisi awal yang diperlukan bagi sistem kerja yang berhasil, mendorong desentralisasi dalam pengambilan keputusan, dan memberikan keleluasaan bagi pekerja untuk berpartisipasi, dan pemberdayaan dalam pengendalian proses pekerjaan mereka sendiri. Kepuasasan karyawan dan produktivitas kerja akan semakin meningkat dengan meningkatnya partisipasi karyawan.


8. Pengelolaan tim secara mandiri (self managed team) 

Keuntungan  yang  diperoleh  pada  organisasi  yang  memiliki  self  managed   team diantaranya  adalah  berkurangnya  pembelian,  penugasan  karyawan,  dan  produksi, karena semuanya dapat ditangani oleh tim kerja yang sudah terkelola dengan baik. 

9. Pelatihan dan pengembangan ketrampilan (trainning and skill development).

Pelatihan  akan  memberikan   hasil  yang  positif  hanya  jika  pekerja  yang  dilatih mendapatkan kesempatan  untuk menggunakan keahlian tersebut. Disamping perlunya pelatihan  dan pengembangan  bagi pekerja dan manajer, juga dibutuhkan  perubahan struktur kerja, yaitu dengan memberikan kepada mereka keleluasaan untuk melakukan segala  sesuatunya  secara  berbeda.


10. Promotion  from  within 

Mendorong  pelatihan  dan  pengembangan  keahlian karena  tersedianya  kesempatan  dan  peluang  promosi  dalam  perusahaan  bagi  para pekerja. 


11. Wage compression

Kompresi bayaran dengan mengurangi kompetisi  interpersonal dan meningkatkan kerjasama pada gilirannya  akan mengarah pada efisiensi.


12. Egalitarianism

Egalitariarism ini membuat semua aktivitas dan tindakan berjalan lebih lancar dan lebih mudah,  karena tidak adanya  perbedaan  status. Dalam konteks  ini semua orang adalah sederajat.

Kesimpulan

Pengembangan  pengelolaan  SDM harus memenuhi kebutuhan organisasi dan tuntutan perkembangan. Tidak bisa dipungkiri dengan  semakin  pesatnya  perkembangan  teknologi pengelolaan  SDM diarahkan  untuk mendukung bisnis yang luas dan berkembang. Pada dasarnya bisa dikatakan bahwa untuk bertahan  dalam persaingan  maka pengelolaan  SDM memberikan  suatu peran strategis, dengan memastikan bahwa kompetensi karyawan dapat memenuhi tuntutan kinerja organisasi saat ini.


Download Slidenya DISINI


No comments:

Post a comment

BILA ANDA MEMASUKKAN LINK HIDUP, MAKA AKAN OTOMATIS TERDELETE..

Blog Archive